Skip to main content

Cerpen humor: Kubuka celanaku di depan kasir cantik

Cerita humor didepan kasir adalah cerita lucu pendek tentang seorang yang lupa, jika uang untuk berbelanja ditaruh didalam saku celana lapis kedua yang digunakan sehingga menyulitakan untuk mengambil uangnya dengan cepat.

Selengkapnya kisah tentang cerita lucu anak muda didepan kasir cancitk disimak saja cerpen humur berikut ini.

KUBUKA CELANAKU DI DEPAN KASIR CANTIK Author: Abdul Aziz Al Kautsar

Sepulang dari kantor badan terasa gerah. Langsung ku lucuti pakaian, tinggalah celana kolor dan kaus singlet yang masih melekat.

Cuaca hari ini lumayan terik. Matahari seakan tak berkedip seharian. Terasa haus menjalar di kerongkongan.

"Ahhh...sial!!. Air minumku habis" gumamku. Tampak galon air kering kerontang.

Yang tadinya mau bersantai, terpaksa harus keluar untuk membeli air minum. Ku ambil selembar uang warna merah bergambar dua Proklamator dari dalam dompetku.

Lalu Ku masukan dalam kantong celana kolor. Karena tak terbiasa jika keluar Rumah menggunakan celana pendek, langsung saja ku kenakan kembali celana panjang yang tadi sempat kulepas.

Selanjutnya tancap gas menuju Minimarket terdekat. Sesampainya disana langsung memburu Rak tempat Botol minum berjejer.
Lalu mengambil dua botol besar dan beberapa cemilan.

Selesai mengambil beberapa item belanjaan, langsung menuju antrian yang kebetulan tinggal dua Orang lagi di depanku.

Selang beberapa saat, dua Orang di depanku sudah selesai bertransaksi. Kini giliranku menyetor belanjaan. Di belakangku sudah banyak yang ikut antri.

Ku serahkan belanjaan ke Kasir Cantik. Di lihat kira-kira usianya sekitar dua puluh tahunan, imut dan manis.

"Ahhh...Aku benci dengan fikiranku hahaaa..." tawaku menggelegar dalam hati.

Sedang asyik memandang Kasir Cantik yang sedang menghitung belanjaanku. Tiba-tiba Handphoneku berdering. Ada panggilan di Aplikasi hijau.

"Selamat sore Pak..., bisa minta tolong buatkan jadwal untuk besok?" suara Rekan kerjaku, Mas Fajri di ujung Telepon.

"Baik Pak...siap!!! saya buatkan segera" jawabku penuh semangat.

"Oke...terimakasih ya, Pak."

"Baik Pak...sama-sama" jawabku.

Selesai menerima Telepon. Mbak cantik di depanku rupanya sudah selesai menghitung belanjaanku.

"Berapa semuanya ya Mbak?" tanyaku.

"Semuanya jadi Lima Puluh Tujuh Ribu Lima Ratus Rupiah" ujar Mbak Kasir dengan senyum manisnya.

Ku rogoh saku celana untuk mengambil uang yang tadi sudah di siapkan.

Seketika kaget bercampur grogi. Uangku gak ada...?!. Sampai Tanganku bergerilya memasuki semua kantong yang ada. Hasilnya tetap nihil.

Bak Tokoh Cepot di Wayang Golek. Mukaku memerah menahan malu.

Makin gerogi di pandangi Mbak Kasir yang sedikit aneh melihat tingkahku.

"Kenapa Mas..., uangnya hilang?" tanya Mbak Kasir.

"A...anu" jawabku kebingungan. Padahal seingatku tadi sudah ambil uang lembaran merah.

"Huhhh...lama!" umpat Seseorang di belakangku.

Di tengah gerogi yang memuncak, Aku coba berfikir keras. Mengingat-ingat saat ambil uang dan memasukannya ke saku celana.

"Ohhh...iya Aku ingat!!!. otaku mulai sadar.

"Tapi gimana cara ngambilnya?". gumamku lirih dalam hati. Karena uangku ada di kantong celana kolor yang terbungkus ketat celana panjangku.

"Sebentar ya Mbak...!!!" pintaku pada Mba Kasir. Dan di jawab dengan senyuman Khasnya.

Ku coba masukan Tanganku untuk merogoh uang yang ada di dalam kantong celana kolorku. Berusaha keras. Namun karena saking ketat celana luarnya di tambah sabuk yang melingkar, membuat Tanganku kesusahan untuk menjangkaunya.

Akhirnya...pasrah. Tanggung malu, nekad saja. Tanpa basa-basi ku buka celanaku. Dan...

"Ahhh akhirnya dapat juga". Ku lihat Mbak Kasir di depanku tersipu malu.

Setelah berhasil mengambil uang. Langsung ku sodorkan ke Mba Kasir.

"Ini Mbak uangnya. Maaf ya lama" ujarku.

"Iya Mas...gak apa-apa" jawab Mbak Kasir masih dengan senyum manisnya.

Setelah selesai transaksi. Aku langsung buru-buru meninggalkan Minimarket tersebut.