Skip to main content

Cerita bersambung: Jangan panggil aku tuan muda part 46

JANGAN PANGGIL AKU TUAN MUDA

Mbak Eno meletakan hp nya dimeja, dan diambilnya jus yang tersisa didalam gelas, mereguk dan merasa lega.

"Assalamualaikum Retno," sebuah salam mengejutkan mbak Eno.

Lalu dengan agak ragu mbak Eno menjawab salam itu, memanggil Retno pasti orang dari masa lalunya.

"Walaikumsalam " jawab mbak Eno

"Retno apa kabarmu ?" sapa tamu itu sambil memeluk mbak Eno.

Jangan panggil aku tuan muda part 45

"Widha...."seru mbak Eno

"Retno...aku kangen kamu," jawab Widha

Ada tangis haru di mata mbak Eno, dan Widha pun duduk disamping mbak Eno.

"Katanya kamu sakit, tadi aku ke rumah sakit katanya kamu sudah pulang," kata Widha.

"Iya baru tadi pulang , kamu tahu dari mana aku sakit ?" kata mbak Eno

" Niken,kemarin WA aku,dikasih tahu muridnya yang rumahnya sekitar sini," jawab Widha

"Oh gitu,makasih lho sudah jauh jauh dari Semarang ke Solo," kata mbak Eno

"Gak papa,kangen ngobrol sama kamu,sejak pademi kita jarang ngobrol," jawab Widha sambil mengeluarkan oleh oleh dari tas.

"Lho malah repot repot bawa oleh oleh," kata mbak Eno

"Ini kesukaan mu, wingko babad sama lumpia," kata Widha

"Kamu teman yang pengertian," kata mbak Eno terharu.

Merekapun ngobrol melepas rindu,Retno dan Widha teman satu angkatan ketika kuliah dulu.

"Oh ya wid,aku butuh masukan dari mu nih," kata mbak Eno lirih.

Jangan panggil aku tuan muda part 44

Lalu mbak Eno menceritakan semua masalahnya dengan Bramantyo,termasuk saran dari Arkhan untuk menerima Bramantyo jadi suaminya.

Widha mencermati apa yang di ceritakan mbak Eno,lalu Widha berkomentar

"Kalau pendapatku ya diterima saja,karena kamu tahu kan Bramantyo itu sebenarnya baik, cuma dia ingin mendapatkan yang dia inginkan," kata Widha

"Tapi aku masih trauma wid," jawab mbak Eno

"Itu bisa berangsur membaik, asak kamu menerima Bramantyo sepenuh hati, ingat Ret, lebih dicintai daripada mencintai," kata Widha sambil tersenyum.

Mbak Eno mengangguk dan ikut tersenyum,sudah sedikit lega hatinya.

"Oh ya wid,mau minum apa ? " tanya mbak Eno

"Terserah tuan rumah saja," kata Widha sambil tersenyum senang.

Bersambung ke: cerita bersambung Jangan panggil aku tuan muda episode 47